
Coba lepas cincin Anda sebentar dan lihat bagian dalamnya. Di situ biasanya ada angka kecil — 375, 700, 750, 916, atau 999 — dan angka itulah yang paling menentukan berapa rupiah yang Anda terima kalau suatu hari cincin itu dijual kembali.
Angka tersebut adalah kadar emas: berapa bagian emas murni dalam setiap seribu bagian logam. Emas 750 berarti 75 persen bahannya emas murni, sisanya logam campuran. Semakin besar angkanya, semakin banyak emas di dalamnya, dan semakin tinggi harga jual kembalinya per gram.
Angka 375, 700, 750, 916, dan 999 pada emas adalah kode kadar per seribu bagian. Emas 375 mengandung 37,5 persen emas murni, emas 700 mengandung 70 persen, emas 750 mengandung 75 persen, emas 916 mengandung 91,6 persen, dan emas 999 mengandung 99,9 persen emas murni.
Sisa persentasenya bukan bahan tipuan. Emas murni terlalu lunak untuk dijadikan cincin atau kalung yang dipakai harian, jadi dicampur perak, tembaga, atau nikel supaya kuat dan bisa dibentuk. Campuran itu juga yang membuat warnanya berbeda — putih, kekuningan, atau kemerahan.
Kadar emas 375 setara dengan 9 karat. Karat adalah cara lain menyebut kadar, dengan 24 karat sebagai emas murni. Untuk mengubah kode kadar menjadi karat, kalikan persentasenya dengan 24. Emas 375 berarti 0,375 × 24 = 9 karat.
Berikut padanannya untuk kode yang paling sering ditemukan di Indonesia:
Emas 916 mengandung 91,6 persen emas murni dan setara 22 karat, sedangkan emas 999 mengandung 99,9 persen emas murni dan setara 24 karat. Emas 916 masih dicampur logam lain supaya cukup kuat dijadikan perhiasan, sementara emas 999 hampir murni dan umumnya berbentuk batangan atau keping logam mulia.
Perbedaan 8 persen itu terdengar kecil, tetapi terasa di dua hal: harga per gram, dan kekuatan barangnya. Emas 999 lunak — mudah tergores dan berubah bentuk kalau dipakai sehari-hari. Itu sebabnya emas 999 jarang dibuat cincin, dan perhiasan yang nyaman dipakai justru berhenti di kisaran 750 sampai 916.
Kadar menentukan berapa gram emas murni yang sebenarnya Anda pegang, dan itulah yang dihargai saat menjual. Perhiasan seberat 5 gram berkadar 750 hanya mengandung 3,75 gram emas murni, sedangkan 5 gram berkadar 916 mengandung 4,58 gram. Berat timbangannya sama, nilainya berbeda jauh.
Mari kita hitung dengan angka bulat. Andaikan pada suatu hari harga emas murni Rp1.000.000 per gram — ini angka andaian untuk memudahkan hitungan, bukan harga sebenarnya:
Selisihnya Rp830.000 untuk berat yang persis sama. Rumusnya sederhana dan bisa Anda pakai sendiri di rumah: berat (gram) × kadar × harga emas murni per gram. Hasilnya adalah nilai kandungan emasnya, bukan angka yang akan Anda terima di kasir — toko masih mengambil selisih dari situ. Asal-usul selisih itu kami jelaskan di artikel Kenapa Harga Jual Emas Anda Lebih Rendah dari Harga Belinya, yang bisa Anda temukan di halaman artikel bumiemas.id.
Harga beli perhiasan lebih tinggi dari nilai emasnya karena ada ongkos pembuatan — biaya mendesain, mencetak, dan menyelesaikan barang. Ongkos itu melekat pada perhiasannya, bukan pada emasnya, sehingga saat perhiasan dijual kembali ongkos tersebut tidak ikut dihargai.
Ini bagian yang jarang disampaikan terus terang, jadi kami sampaikan meski merugikan kami sendiri: kalau tujuan Anda murni menyimpan nilai, perhiasan bukan bentuk yang paling efisien. Keping atau batangan berkadar tinggi kehilangan lebih sedikit nilai saat dicairkan. Perhiasan tetap masuk akal kalau Anda memang ingin memakainya — nilai pakainya nyata, tinggal disadari harganya.
Cap kadar pada perhiasan adalah keterangan dari pembuatnya, dan tidak selalu sama persis dengan hasil uji. Karena itu toko emas menguji ulang kadar setiap barang yang masuk, biasanya dengan alat uji atau batu uji, sebelum menetapkan harga. Hasil uji itulah yang dipakai menghitung, bukan capnya.
Jadi kalau angka yang disebut petugas berbeda sedikit dari cap di cincin Anda, itu bukan otomatis tanda Anda dicurangi. Yang berhak Anda minta adalah melihat prosesnya: pengujian dilakukan di depan Anda, dan Anda ditunjukkan angka di timbangan. Kalau sebuah toko menolak memperlihatkan keduanya, itu baru alasan untuk pergi. Alur lengkapnya kami tulis di artikel Jual Emas Beda Toko: Alur, Syarat, dan Cara Menghitung Harganya.
Pilihan kadar bergantung pada tujuan Anda. Untuk perhiasan yang dipakai harian, kadar 750 sampai 916 memberi keseimbangan antara nilai dan ketahanan. Untuk menyimpan nilai jangka panjang, kadar 999 dalam bentuk keping atau batangan kehilangan lebih sedikit nilai saat dicairkan kembali.
Satu hal yang perlu dipegang apa pun pilihannya: emas tidak memberi penghasilan bulanan seperti sewa atau bunga deposito, dan harganya bisa turun, tidak hanya naik. Emas berfungsi sebagai penyimpan nilai — bukan mesin keuntungan.
Perhiasan tanpa cap kadar tetap bisa dinilai dan dijual. Kadarnya ditentukan lewat pengujian di toko, bukan lewat cap. Cap yang hilang karena terkikis pemakaian bertahun-tahun adalah hal biasa dan bukan tanda emas Anda bermasalah.
Kode 9999 pada emas batangan berarti kandungan emas murninya 99,99 persen, satu tingkat lebih murni daripada 999. Keduanya sama-sama disebut 24 karat. Selisih kemurniannya sangat kecil dan pengaruhnya terhadap harga umumnya tipis.
Tidak selalu. Emas putih dan emas kuning bisa berkadar sama, misalnya sama-sama 750. Yang membedakan adalah jenis logam campurannya — campuran seperti perak, paladium, atau nikel menghasilkan warna putih, sedangkan tembaga cenderung menguningkan atau memerahkan.
Kadar emas tidak berkurang karena dipakai. Yang berkurang adalah beratnya, sedikit demi sedikit, akibat gesekan bertahun-tahun. Karena harga dihitung dari berat dikali kadar, perhiasan yang sudah lama dipakai bisa menimbang sedikit lebih ringan daripada saat dibeli. Penjelasan lengkapnya ada di artikel Kenapa Berat Emas Berkurang Saat Ditimbang di Toko.
Kalau Anda penasaran berapa sebenarnya kadar dan berat emas yang Anda simpan di rumah, bawa saja ke toko kami. Ditimbang dan diuji di depan Anda, angkanya kami tunjukkan apa adanya, tanpa biaya — dan Anda tetap bebas pulang membawa emasnya tanpa perlu menjual apa pun.