Di etalase ada dua cincin berdampingan: satu kuning, satu putih mengilap seperti perak. Penjaganya bilang keduanya sama-sama emas 750, dan Anda diam-diam bertanya — yang putih itu benar emas, atau perak yang dimahalkan?
Keduanya benar-benar emas, dengan kandungan emas murni yang sama persis. Yang membedakan hanya logam campurannya, dan campuran itulah yang menentukan warna. Saat Anda menjualnya kembali, yang dihitung adalah kadar emasnya, bukan warnanya.
Emas putih adalah emas asli yang dicampur logam berwarna putih seperti nikel, perak, paladium, atau seng, lalu biasanya dilapisi rodium supaya tampak putih mengilap. Emas putih bukan perak dan bukan platina. Emas putih berkadar 750 tetap mengandung 75 persen emas murni, sama seperti emas kuning 750.
Perlu diingat, emas murni 24 karat warnanya kuning. Emas murni juga terlalu lunak untuk dijadikan cincin harian, sehingga selalu dicampur logam lain agar kuat — dan campuran itulah yang mengubah warnanya. Jadi "emas putih" bukan jenis emas yang berbeda, melainkan emas dengan campuran yang berbeda.
Satu catatan jujur: di pasaran, istilah "emas putih" kadang dipakai longgar untuk perhiasan berwarna putih yang sebenarnya perak atau logam lain sama sekali. Cara membedakannya bukan dari warna, melainkan dari cap kadar di bagian dalamnya. Kalau Anda belum terbiasa membacanya, kami sudah menulis panduannya di [Arti Kode 375, 700, 750, 916, dan 999 pada Emas](https://www.bumiemas.id/artikel/arti-kode-375-750-916-999-pada-emas).
Emas kuning, emas putih, dan rose gold dibedakan oleh logam yang dicampurkan ke emas murninya. Emas kuning umumnya dicampur perak dan tembaga, emas putih dicampur logam putih lalu dilapisi rodium, dan rose gold dicampur tembaga dalam porsi lebih besar sehingga warnanya kemerahan. Pada kode kadar yang sama, kandungan emas murninya sama.
| Jenis | Logam campuran utama | Asal warnanya | Kandungan emas murni pada kode 750 |
| --- | --- | --- | --- |
| Emas kuning | Perak dan tembaga | Warna asli emas | 75 persen |
| Emas putih | Nikel, perak, paladium, atau seng; umumnya dilapis rodium | Logam campuran putih dan lapisan rodium | 75 persen |
| Rose gold | Tembaga dalam porsi lebih besar | Tembaga | 75 persen |
Yang menentukan nilai logamnya hanya kolom paling kanan.
Saat membeli, emas putih sering dibanderol sedikit lebih mahal daripada emas kuning karena ada proses pelapisan rodium dan logam campuran tertentu yang harganya lebih tinggi. Saat dijual kembali, keduanya umumnya dinilai sama karena penilaian berpatokan pada kadar emas dan berat, bukan pada warna atau model.
Artinya selisih yang Anda bayar di depan untuk warna putih itu tidak kembali. Ini bagian yang jarang disebut di etalase, dan kami lebih suka Anda tahu sekarang daripada kaget di meja kasir bertahun-tahun kemudian.
Nilai jual kembali cincin emas putih dihitung dari berat emas murninya: berat cincin dikali kadar, lalu dikali harga beli kembali per gram yang berlaku hari itu. Berat batu permata dan ongkos pembuatan tidak ikut dihitung. Cincin 750 seberat 5 gram berisi 3,75 gram emas murni.
Andaikan — ini ilustrasi, bukan harga hari ini — harga beli kembali emas murni adalah Rp1.000.000 per gram. Maka:
Kalau cincin itu berbatu, berat batunya dikeluarkan lebih dulu sehingga angkanya turun. Kalau cincin itu sudah lama dipakai, beratnya bisa berkurang sedikit karena aus. Dan kalau dulu Anda membelinya seharga Rp6.000.000 karena ada ongkos pembuatan dan pelapisan di dalamnya, selisih itu memang tidak dihitung lagi saat dijual kembali — bukan karena tokonya menekan harga, tapi karena yang dibeli kembali adalah logamnya.
Emas putih berubah kekuningan karena lapisan rodium di permukaannya aus oleh gesekan dan pemakaian sehari-hari, sehingga warna asli paduan emas di bawahnya mulai terlihat. Perhiasan itu tidak rusak dan tidak berkurang kadarnya. Lapisan rodium bisa diperbarui di tukang emas, dengan biaya yang perlu Anda keluarkan lagi.
Terus terang, biaya pelapisan ulang itu tidak menambah nilai jual perhiasan Anda sepeser pun. Lakukan kalau Anda memang ingin memakainya lagi dengan warna semula. Kalau tujuannya supaya laku lebih mahal, uang itu lebih baik disimpan.
Untuk tujuan investasi, warna perhiasan tidak berpengaruh, karena nilainya sama-sama dihitung dari kadar dan berat. Yang lebih menentukan adalah bentuknya: perhiasan warna apa pun kurang efisien untuk investasi karena ongkos pembuatan yang dibayar di muka tidak dihitung lagi saat dijual kembali.
Kalau niat Anda menyimpan nilai, emas batangan biasanya lebih efisien. Kalau niat Anda memakainya, perhiasan sepenuhnya masuk akal — asal Anda tahu bahwa sebagian uangnya dibayarkan untuk keindahan, bukan untuk logam. Perbandingan lengkapnya ada di [Beli Emas Batangan atau Perhiasan untuk Investasi](https://www.bumiemas.id/artikel/emas-batangan-atau-perhiasan-untuk-investasi).
Perlu ditegaskan juga: emas tidak memberi penghasilan pasif seperti bunga atau sewa, dan harganya bisa naik maupun turun. Kami tidak pernah menjanjikan sebaliknya.
Emas putih bisa dijual di toko emas yang membeli kembali perhiasan berkadar, termasuk toko yang berbeda dari tempat Anda membelinya. Yang dinilai adalah kadar dan beratnya setelah diuji, bukan merek atau warnanya. Bawa nota atau sertifikat bila masih ada, karena itu mempercepat proses.
Emas putih adalah emas yang dicampur logam putih, sedangkan perak adalah logam yang sama sekali berbeda dan harganya jauh lebih murah per gram. Keduanya bisa tampak mirip di etalase. Cap kadar pada perhiasan adalah penanda yang paling bisa diandalkan, dan pengujian di toko memastikannya.
Rose gold umumnya tidak dilapisi seperti emas putih, karena warna kemerahannya berasal dari tembaga di dalam paduannya sendiri. Warnanya cenderung bertahan, meski permukaannya bisa menggelap sedikit seiring waktu dan bisa dikembalikan dengan pembersihan biasa.
Sebagian orang sensitif terhadap nikel, yang pada sebagian emas putih dipakai sebagai logam campuran. Emas putih berbahan paladium biasanya jadi pilihan bagi yang bermasalah dengan nikel. Tanyakan campurannya sebelum membeli bila Anda pernah mengalami gatal karena perhiasan.
Kadar emas putih bisa diperiksa tanpa merusak perhiasan menggunakan alat uji XRF, yang membaca komposisi logam dari permukaannya. Cara ini tidak menggores dan tidak melelehkan perhiasan. Toko emas yang baik akan melakukannya di hadapan Anda dan menunjukkan hasilnya.
Tidak perlu memutuskan apa pun dari rumah. Bawa cincin atau kalung Anda ke Bumi Emas di Jl. Joglo Raya No. 117F, Kembangan, Jakarta Barat. Kami timbang dan uji kadarnya di depan Anda, lalu sebutkan berapa nilainya hari itu — tanpa biaya, dan Anda tetap bebas membawanya pulang tanpa jadi menjual. Banyak yang datang hanya untuk tahu, lalu pulang lebih tenang. Itu pun sudah cukup bagi kami.