Pengajian baru selesai, niat itu muncul lagi: kapan saya bisa umrah? Anda buka catatan tabungan, dan angkanya belum banyak bergerak dari tahun lalu.
Cara menghitung kebutuhannya sebenarnya satu baris: ambil biaya paket umrah di travel yang Anda tuju, lalu bagi dengan harga jual kembali emas per gram. Andaikan biaya paketnya Rp 40 juta dan harga jual kembali emas Rp 2 juta per gram, Anda perlu sekitar 20 gram. Yang dipakai membagi harus harga jual kembali, bukan harga beli — karena kelak emas itu Anda jual, bukan Anda beli.
Jumlah emas untuk umrah dihitung dengan membagi biaya paket umrah dengan harga jual kembali emas per gram. Andaikan biaya umrah Rp 40 juta dan harga jual kembali emas Rp 2 juta per gram, dibutuhkan sekitar 20 gram emas. Jumlah gramnya ikut berubah bila harga emas naik atau turun, jadi hitung ulang tiap beberapa bulan.
Perlu ditegaskan: semua angka di artikel ini adalah ilustrasi supaya rumusnya terlihat. Kami tidak menyebut harga emas hari ini, karena harga bergerak setiap hari dan artikel ini akan dibaca bertahun-tahun ke depan. Biaya umrah pun berbeda antar travel dan berubah tiap tahun — tanyakan langsung ke travel resmi berizin Kemenag, lalu masukkan angka Anda sendiri ke rumus di atas.
Andaikan target dana Anda Rp 40 juta, inilah kebutuhan gramnya pada beberapa tingkat harga jual kembali:
Perhatikan arahnya: kalau harga emas naik, gram yang Anda butuhkan justru lebih sedikit. Kalau harga turun, Anda butuh lebih banyak. Itu sebabnya target menabung emas sebaiknya ditulis dalam gram, lalu dievaluasi berkala — bukan dipatok sekali di awal lalu dilupakan.
Lama menabung emas untuk umrah bergantung pada berapa gram yang Anda beli setiap bulan. Untuk target 20 gram, menabung 0,5 gram per bulan butuh sekitar 40 bulan, 1 gram per bulan sekitar 20 bulan, dan 2 gram per bulan sekitar 10 bulan. Setoran rupiahnya ikut bergerak mengikuti harga emas saat Anda membeli.
Andaikan harga beli Rp 2,2 juta per gram, beginilah bentuknya:
Sekarang bagian yang biasanya tidak disebut dalam brosur. Pada skenario 1 gram per bulan, total uang yang Anda setorkan adalah 20 kali Rp 2,2 juta, yaitu Rp 44 juta. Tetapi kalau harga emas tidak bergerak sama sekali selama itu, nilai jualnya 20 kali Rp 2 juta, yaitu Rp 40 juta. Ada sekitar Rp 4 juta yang hilang di selisih harga beli dan harga jual. Uang itu tidak dicuri siapa pun — itu memang selisih yang melekat pada setiap transaksi emas, dan kami menjelaskannya terbuka di dua artikel berikut:
Kenapa Harga Jual Emas Anda Lebih Rendah dari Harga Belinya?
https://www.bumiemas.id/artikel/kenapa-harga-jual-emas-lebih-rendah-dari-harga-beli
Nabung Emas 0,5 Gram per Bulan: Hitungan Jujur dan Kapan Balik Modal
https://www.bumiemas.id/artikel/nabung-emas-0-5-gram-per-bulan-hitungan-jujur
Maka aturan praktisnya: kumpulkan gram sedikit lebih banyak dari hasil hitungan, bukan pas-pasan.
Menabung emas untuk umrah cocok bila keberangkatan Anda masih jauh dan waktunya lentur, karena nilainya bergerak mengikuti harga emas. Tabungan umrah di bank lebih cocok bila tanggal keberangkatan sudah dikunci, karena nominalnya tidak bisa turun. Keduanya tidak saling menggantikan; banyak orang memakai dua-duanya sekaligus.
Kalau menabung emas:
Kalau menabung di bank:
Ini bagian yang merugikan kami sendiri untuk dikatakan, tapi harus dikatakan: kalau Anda sudah mengunci tanggal keberangkatan dalam 6 sampai 12 bulan dan dana pelunasannya belum ada, jangan menaruhnya di emas. Harga emas bisa sedang turun persis di bulan Anda harus melunasi, dan Anda tidak punya waktu menunggu pulih. Untuk jarak sedekat itu, tabungan biasa lebih aman meski terasa kurang menarik.
Ya, harga emas bisa turun, dan pernah turun berbulan-bulan. Emas bukan tabungan berbunga: ia tidak memberi penghasilan pasif, tidak membagikan dividen, dan tidak menambah gram dengan sendirinya. Nilainya hanya bertambah kalau harganya naik atau Anda menyetor gram baru. Siapa pun yang menjanjikan kenaikan pasti sedang tidak jujur kepada Anda.
Konsekuensi praktisnya: jangan menghitung rencana umrah dengan asumsi harga naik. Hitunglah dengan harga di hari Anda membeli, lalu perlakukan kenaikan — kalau terjadi — sebagai bonus, bukan sebagai bagian dari rencana.
Untuk tujuan dana umrah, emas batangan atau logam mulia lebih efisien daripada perhiasan. Perhiasan mengandung ongkos pembuatan yang praktis hangus saat dijual kembali, sehingga uang yang Anda terima lebih kecil dibanding batangan dengan berat dan kadar setara. Perhiasan tetap bagus untuk dipakai — hanya kurang cocok sebagai wadah menabung.
Satu hal lagi yang jarang disebut: keping kecil umumnya lebih mahal per gramnya daripada keping besar, karena biaya cetaknya tersebar ke berat yang lebih sedikit. Kalau kemampuan menabung Anda memungkinkan, mengumpulkan keping 5 atau 10 gram biasanya lebih hemat daripada menumpuk banyak keping 1 gram. Tapi kalau keping 1 gram itulah yang membuat Anda benar-benar mulai, tetap mulailah — menabung yang jalan mengalahkan menabung yang ideal tapi tidak pernah dimulai.
Emas tabungan umrah sebaiknya dijual saat jadwal pelunasan ke travel sudah dekat dan angkanya sudah pasti, bukan saat menebak harga sedang di puncak. Menjual bertahap — misalnya setengah beberapa bulan sebelum pelunasan, sisanya mendekati tenggat — mengurangi risiko Anda kebetulan mencairkan seluruhnya di hari yang buruk.
Sebagai catatan umum soal syariah: jual beli emas disepakati luas harus dilakukan tunai dan serah terima di tempat, yaitu uang dan emas berpindah pada waktu yang sama. Ini informasi umum, bukan fatwa; untuk kasus khusus Anda, silakan merujuk kepada ulama atau lembaga yang berkompeten.
Umumnya tidak. Travel umrah menerima pembayaran dalam rupiah, sehingga emas perlu dijual lebih dulu menjadi uang. Karena itu sediakan jeda beberapa hari antara menjual emas dan tenggat pembayaran, jangan di hari yang sama.
Emas yang disimpan berpotensi wajib zakat bila jumlahnya mencapai nisab dan sudah dimiliki selama satu tahun penuh. Nisab yang umum dipakai adalah 85 gram emas murni, dengan kadar zakat 2,5 persen. Untuk memastikan perhitungannya sesuai kondisi Anda, rujuk lembaga zakat resmi atau ulama.
Emas tanpa sertifikat tetap bisa dijual, karena yang dinilai adalah logamnya melalui penimbangan dan pengujian kadar. Biasanya ada penyesuaian harga dibanding emas bersertifikat lengkap. Alurnya kami bahas terpisah di sini:
https://www.bumiemas.id/artikel/sertifikat-emas-hilang-apakah-masih-bisa-dijual
Keduanya menjawab kebutuhan berbeda. Mendaftar porsi haji mengunci nomor urut Anda dalam daftar tunggu, sementara menabung emas menyiapkan dana tanpa mengunci jadwal apa pun. Bila tujuan Anda haji, mendaftar porsi lebih dulu lalu menabung untuk pelunasan biasanya lebih masuk akal daripada menunda pendaftaran demi mengumpulkan emas.
Tidak ada jumlah yang dianggap terlalu kecil untuk memulai, meski keping kecil lebih mahal per gramnya. Yang lebih menentukan hasil akhir adalah konsistensi setiap bulan, bukan besarnya setoran pertama.
Bawa saja emas yang sudah Anda punya ke toko kami di Jl. Joglo Raya No. 117F, Kembangan, Jakarta Barat. Emasnya kami timbang dan uji kadarnya di depan Anda, gratis, dan Anda akan tahu berapa nilai jualnya hari itu serta berapa gram lagi yang perlu dikumpulkan untuk mencapai target umrah Anda. Tidak ada biaya, tidak ada kewajiban menjual — kalau setelah melihat angkanya Anda memutuskan menyimpannya lagi, itu keputusan yang sama-sama kami hormati.