Keping itu sudah tiga hari ada di tangan Anda, dan setiap kali dilihat lagi rasanya makin tidak yakin — harganya terlalu murah, dan penjualnya terlalu meyakinkan.
Jawaban jujurnya begini: tidak ada satu pun tes rumahan yang bisa memastikan emas Anda asli. Tes di rumah hanya mampu menyingkirkan tiruan yang kasar. Untuk memastikan kadarnya, alatnya ada di meja toko emas, bukan di dapur Anda — dan di bawah ini kami jelaskan sampai ke batas alat kami sendiri.
Emas asli tidak menempel di magnet. Emas bukan logam yang bersifat magnetis, jadi keping atau perhiasan emas yang tertarik kuat ke magnet hampir pasti bukan emas. Tapi tes ini hanya bisa dipakai untuk menolak, bukan untuk memastikan: banyak logam murah juga tidak menempel di magnet.
Kuningan, tembaga, aluminium, dan timah sama-sama tidak tertarik magnet. Artinya kalung kuningan sepuhan akan lulus tes magnet dengan mulus. Yang bisa ditangkap tes ini hanyalah tiruan berbahan besi atau baja — biasanya barang mainan, bukan barang yang dipakai untuk menipu orang dengan nominal besar. Gunakan magnet sebagai saringan pertama saja, lalu lanjutkan.
Ada empat tes emas yang bisa dilakukan sendiri di rumah: tes magnet, menimbang ulang beratnya, mengukur kepadatan dengan air, dan memeriksa cap kadar beserta kerapian cetakannya. Keempatnya gratis dan tidak merusak, tapi keempatnya punya celah yang bisa dilewati tiruan yang dibuat rapi.
| Tes | Yang tertangkap | Yang lolos |
|---|---|---|
| Magnet | Tiruan besi/baja | Kuningan, tembaga, timah, tungsten |
| Timbangan | Berat tidak sesuai nota atau cetakan | Tiruan yang beratnya sudah disamakan |
| Kepadatan (air) | Kuningan, perak, timah | Tungsten, perhiasan kecil atau berbatu |
| Cap kadar & cetakan | Cap palsu yang kasar, nomor seri tidak cocok | Cap tiruan yang digarap rapi |
Pola yang perlu Anda lihat di tabel itu: tidak ada satu baris yang menutup semuanya. Tes rumahan bekerja berlapis, dan bahkan setelah empat lapis pun masih ada satu bahan yang lolos dari semuanya.
Ciri emas palsu yang paling sulit ditangkap di rumah adalah logam dasar yang kepadatannya mirip emas, terutama tungsten, yang dibungkus lapisan emas cukup tebal. Beratnya pas, magnet tidak bereaksi, kepadatannya nyaris sama, dan permukaannya benar-benar emas — sehingga tes permukaan pun bisa menyatakannya asli.
Dua ciri lain yang sering lolos: sepuhan tebal di atas kuningan pada perhiasan berukuran kecil, karena selisih volumenya terlalu halus untuk diukur dengan gelas ukur rumahan; dan cap kadar yang dicetak rapi pada barang palsu. Cap itu dibuat oleh pembuatnya, bukan oleh lembaga mana pun, jadi cap bisa ikut dipalsukan bersama barangnya.
Kepadatan emas dihitung dengan membagi berat benda dengan volumenya. Timbang emas dalam gram, lalu masukkan ke gelas ukur berisi air dan catat kenaikan airnya dalam mililiter — itulah volumenya. Emas murni berkepadatan sekitar 19,3 gram per mililiter; angka jauh di bawah itu menandakan logam lain.
| Logam | Kepadatan (± gram/ml) |
|---|---|
| Emas murni (999) | 19,3 |
| Emas kadar 750 | sekitar 15 |
| Timah hitam | 11,3 |
| Perak | 10,5 |
| Kuningan | sekitar 8,5 |
| Tungsten | 19,3 |
Mari ikuti satu contoh sampai habis. Anda membeli keping yang ditulis 10 gram. Ditimbang, hasilnya 10,02 gram — lolos. Dimasukkan ke gelas ukur, air naik sekitar 0,5 ml, berarti kepadatannya mendekati 19,3 dan keping itu masuk hitungan sebagai emas. Seandainya keping itu kuningan, air akan naik sekitar 1,2 ml — lebih dari dua kali lipat, selisih yang kasat mata.
Sekarang terjemahkan ke rupiah. Andaikan harga jual kembali emas murni Rp2.000.000 per gram — angka andaian untuk memudahkan hitungan, bukan harga hari ini — maka keping 10 gram itu bernilai sekitar Rp20.000.000 kalau benar emas. Kalau ternyata kuningan sepuhan, nilai logamnya hampir tidak ada artinya. Jadi yang dipertaruhkan bukan selisih beberapa persen, melainkan hampir seluruh Rp20 juta itu.
Dua batas yang perlu Anda tahu sebelum percaya pada tes ini: gelas ukur rumahan sulit membaca selisih di bawah 0,5 ml, jadi tes ini praktis hanya berguna untuk keping 10 gram ke atas. Dan untuk cincin 3 gram, kalung berongga, atau perhiasan bermata batu, tes kepadatan tidak bisa dipakai sama sekali.
Cap kadar seperti 375, 750, atau 999 tidak menjamin emas itu asli. Cap hanya menyatakan kadar yang diklaim pembuatnya, dan cap bisa dipalsukan sama mudahnya dengan barangnya. Cap tetap berguna sebagai petunjuk awal, tapi nilainya baru nyata setelah kadarnya diperiksa dengan alat.
Yang justru lebih sering terjadi di meja kami bukan cap palsu, melainkan emas asli tanpa cap atau capnya sudah terkikis — dan emas seperti itu tetap laku dijual. Kalau Anda ingin membaca angka-angka itu lebih dulu, kami sudah menulisnya terpisah di arti kode 375, 700, 750, 916, dan 999 pada emas.
Uji kadar yang benar-benar menutup celah adalah peleburan atau uji api di laboratorium, dan itu merusak barangnya. Di toko emas, yang dipakai umumnya alat XRF dan asam uji. Keduanya cepat dan tidak merusak, tapi keduanya hanya membaca permukaan beberapa puluh mikron saja.
Kami tulis terus terang karena ini merugikan posisi kami sendiri: alat XRF di meja kami pun bisa dikelabui oleh sepuhan emas yang cukup tebal di atas tungsten. Karena itu untuk keping bernilai besar, petugas yang baik tidak berhenti di satu alat — ia menggabungkan hasil XRF dengan berat, dimensi, dan kepadatan, karena tungsten lolos uji permukaan tapi kesulitan menyamai ketiganya sekaligus. Kalau ada petugas yang menyatakan sesuatu "pasti asli" hanya dari satu tembakan alat, itu kepercayaan diri yang berlebihan.
Dan ini yang paling penting: urutan terbaik adalah memeriksa penjualnya sebelum uang berpindah, bukan memeriksa emasnya setelahnya. Kami lebih senang Anda datang sebelum transfer daripada datang membawa barang yang sudah tidak bisa dikembalikan. Cara memeriksa penjual sudah kami tulis di modus "emas murah di bawah harga pasar".
Kalau Anda sedang memegang sesuatu yang membuat ragu, bawa saja ke toko. Emasnya ditimbang dan diuji di depan Anda, Anda boleh melihat angkanya langsung di alat, tanpa biaya, dan Anda tetap bebas membawanya pulang tanpa menjual apa pun. Kami memang berharap Anda datang — tapi tesnya gratis apa pun keputusan Anda sesudahnya.
Emas asli bisa tampak menghitam atau kusam, dan itu bukan tanda emas palsu. Yang bereaksi biasanya logam campurannya, bukan emasnya. Penjelasan lengkapnya ada di artikel kami tentang emas yang menghitam dan cara membersihkannya.
Emas murni memang lunak dan bisa meninggalkan bekas gigitan, tapi tes ini tidak layak dipakai. Timah dan timah hitam juga lunak, sehingga bekas gigitan tidak membuktikan apa-apa. Selain itu gigitan merusak barangnya dan bisa mengurangi nilainya saat dijual.
Cairan asam uji memang dijual bebas, tapi kami tidak menyarankan memakainya sendiri. Asamnya bisa melukai kulit, meninggalkan goresan permanen pada perhiasan, dan hasilnya tetap hanya membaca permukaan — celah yang sama dengan alat di toko.
Petugas yang berpengalaman sering bisa curiga dari warna, bobot di tangan, dan kerapian cetakan. Tapi curiga bukan kesimpulan. Yang menentukan tetap hasil alat, dan Anda berhak meminta melihat angkanya sendiri sebelum menyetujui harga apa pun.
Toko emas tidak bisa mengembalikan uang yang sudah Anda bayarkan kepada penjual lain — kami hanya bisa memberi tahu hasil ujinya. Itulah sebabnya pemeriksaan sebelum transfer jauh lebih berharga daripada pemeriksaan sesudahnya.
Tulisan ini informasi umum untuk membantu Anda memeriksa sendiri, bukan hasil uji laboratorium atas barang tertentu. Untuk kepastian kadar, emas perlu diuji langsung.