Bumi Emas
← Semua artikel

Emas atau Properti untuk Investasi Jangka Panjang? Perbandingan Modal, Pencairan, dan Biaya Tahunannya

· Tim Bumi Emas
Bagikan artikel WhatsApp

Emas batangan dan kunci rumah sebagai dua pilihan penyimpanan nilai
Daftar isi
  1. Emas atau properti, mana yang lebih baik untuk investasi jangka panjang?
  2. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk mulai investasi emas dan properti?
  3. Mana yang lebih cepat dicairkan jadi uang, emas atau properti?
  4. Apakah emas bisa memberi penghasilan bulanan seperti sewa properti?
  5. Berapa biaya yang keluar setiap tahun untuk emas dan properti?
  6. Perlukah memilih salah satu saja?
  7. Pertanyaan yang sering diajukan

Uang hasil penjualan sebidang tanah baru masuk rekening, dan keluarga langsung terbagi dua: sebagian menyuruh dibelikan ruko, sebagian menyuruh dibelikan emas saja. Anda duduk di tengahnya, tidak yakin mana yang lebih masuk akal.

Jawaban singkatnya: emas dan properti bukan dua pilihan yang setara, jadi pertanyaannya bukan mana yang lebih untung. Properti berpeluang memberi uang sewa setiap bulan, sedangkan emas tidak memberi penghasilan apa pun — nilainya semata bergantung pada harga, yang bisa naik dan bisa turun. Sebaliknya, emas bisa dibeli dari nominal kecil dan dicairkan sebagian dalam hitungan jam, sementara properti menuntut modal besar dan bisa berbulan-bulan baru laku.

Emas atau properti, mana yang lebih baik untuk investasi jangka panjang?

Emas dan properti sama-sama bisa dipakai menyimpan nilai dalam jangka panjang, tetapi cocok untuk orang yang berbeda. Properti umumnya lebih cocok bagi yang punya modal besar dan menginginkan penghasilan sewa. Emas lebih cocok bagi yang modalnya terbatas, butuh dana yang gampang dicairkan, atau ingin menyebar risiko di luar properti.

Hal yang dibandingkanEmasProperti
Modal awalBisa mulai dari 1 gramUmumnya ratusan juta rupiah
Penghasilan rutinTidak adaUang sewa, kalau memang tersewa
Cara mencairkanHitungan jam, boleh sebagianBulanan sampai tahunan, harus utuh
Biaya tiap tahunNyaris nol (kecuali sewa brankas)PBB, perawatan, biaya saat kosong
Risiko utamaHarga turun, hilang atau dicuriSulit laku, rusak, kosong, sengketa surat
PerawatanHampir tidak adaRutin dan menyita waktu

Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk mulai investasi emas dan properti?

Investasi emas bisa dimulai dari satu keping kecil, sehingga orang dengan tabungan beberapa juta rupiah pun sudah bisa masuk. Investasi properti praktis menuntut ratusan juta rupiah sekaligus, atau utang jangka panjang dengan cicilan tetap. Perbedaan modal inilah yang paling sering menentukan pilihan, bukan soal mana yang lebih menguntungkan.

Karena itu, untuk sebagian besar orang pertanyaannya bukan "emas atau properti", melainkan "emas dulu, properti nanti". Kalau Anda baru mulai, ada baiknya membaca juga perbandingan kami soal emas batangan atau perhiasan untuk investasi, karena bentuk emas yang Anda pilih ikut menentukan berapa yang kembali saat dijual.

Mana yang lebih cepat dicairkan jadi uang, emas atau properti?

Emas jauh lebih cepat dicairkan daripada properti. Emas bisa ditimbang, diuji, dan dibayar di hari yang sama, dan Anda boleh menjual sebagian saja. Properti harus dijual utuh, butuh pembeli yang cocok, pengurusan surat, dan notaris — prosesnya lazim memakan waktu berbulan-bulan.

Andaikan Anda memegang emas senilai Rp500 juta, lalu mendadak butuh Rp40 juta untuk biaya rumah sakit. Dengan ilustrasi harga jual kembali Rp2 juta per gram, Anda cukup menjual 20 gram dari 250 gram yang Anda punya. Sisanya yang 230 gram tetap utuh di tangan Anda.

Dengan ruko seharga Rp500 juta, Anda tidak bisa menjual 8 persen bangunannya. Pilihannya cuma dua: jual semuanya, atau cari pinjaman dengan jaminan ruko itu.

Apakah emas bisa memberi penghasilan bulanan seperti sewa properti?

Emas tidak memberi penghasilan bulanan. Sekeping emas yang disimpan sepuluh tahun tetap sekeping emas dengan berat yang sama — tidak ada sewa, bunga, atau bagi hasil. Semua keuntungan dari emas hanya muncul kalau harganya naik saat Anda menjualnya, dan harga emas juga bisa turun.

Ini kelemahan emas yang paling jarang disebut penjualnya, termasuk oleh toko emas. Kami menjual emas, tapi kami tidak akan mengatakan bahwa emas mengalahkan properti sewa dalam hal arus kas. Ruko yang tersewa Rp30 juta setahun memberi uang yang bisa Anda pakai hidup; 250 gram emas di brankas tidak memberi satu rupiah pun sampai Anda menjualnya.

Satu hal lagi yang perlu Anda hitung sejak awal: harga jual kembali emas selalu di bawah harga belinya. Jadi begitu Anda membeli, nilai cair Anda langsung berada di bawah uang yang keluar, dan butuh kenaikan harga sekadar untuk balik modal.

Berapa biaya yang keluar setiap tahun untuk emas dan properti?

Menyimpan emas hampir tidak menimbulkan biaya tahunan — paling banter sewa safe deposit box kalau jumlahnya besar. Properti menimbulkan biaya rutin: Pajak Bumi dan Bangunan, perbaikan, cat, atap bocor, dan kehilangan pemasukan saat tidak ada penyewa. Biaya-biaya ini sering lupa dihitung ketika orang membandingkan keduanya.

Kalau Anda sedang menimbang tempat penyimpanan, pertimbangannya kami bahas terpisah di simpan emas di rumah atau safe deposit box bank.

Perlukah memilih salah satu saja?

Tidak perlu. Emas dan properti menutupi kelemahan satu sama lain: properti memberi arus kas tapi sulit dicairkan, emas tidak memberi arus kas tapi gampang dicairkan sebagian. Banyak keluarga menaruh sebagian besar hartanya di properti, lalu menyimpan sebagian kecil dalam emas sebagai dana yang cepat bisa dipegang.

Yang penting, tentukan porsinya sebelum membeli, bukan sesudah. Cara membaginya kami tulis lebih rinci di emas atau deposito dan berapa porsi emas yang wajar.

Kalau Anda sedang menghitung-hitung dan ingin tahu berapa nilai emas yang sudah Anda punya hari ini, bawa saja emasnya ke toko kami di Jl. Joglo Raya No. 117F, Kembangan, Jakarta Barat. Ditimbang dan diuji di depan mata Anda, tanpa biaya, dan Anda tetap bebas pulang membawa emasnya kalau memutuskan tidak jadi menjual.

Pertanyaan yang sering diajukan

Lebih untung beli emas atau tanah?

Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua orang, karena keuntungan keduanya bergantung pada harga saat dibeli dan saat dijual. Tanah tidak bisa dicairkan sebagian dan butuh modal besar, sedangkan emas bisa dibeli bertahap. Siapa pun yang menjanjikan salah satunya pasti lebih untung sedang menebak.

Apakah harga emas selalu naik?

Tidak. Harga emas pernah turun dan bisa turun lagi, terutama kalau dilihat dalam rentang waktu pendek. Emas lebih tepat dipahami sebagai cara menyimpan nilai, bukan sebagai sumber keuntungan yang pasti.

Berapa gram emas yang setara dengan harga satu rumah?

Jumlahnya berubah terus karena harga emas dan harga rumah sama-sama bergerak. Cara menghitungnya tetap sama: harga rumah dibagi harga emas per gram pada hari itu. Tanyakan harga per gram yang berlaku saat Anda menghitung, jangan pakai angka dari artikel lama.

Apakah emas bisa dijadikan jaminan pinjaman seperti sertifikat rumah?

Bisa. Emas lazim diterima sebagai barang gadai, dan prosesnya umumnya jauh lebih cepat daripada menjaminkan sertifikat rumah. Perlu diingat, menggadaikan menimbulkan biaya, jadi bandingkan dulu biayanya dengan pilihan menjual sebagian emas Anda.

Apakah harus punya properti dulu baru boleh beli emas?

Tidak ada urutan yang baku. Yang lebih menentukan adalah apakah Anda sudah punya dana darurat yang mudah dicairkan dan tidak sedang menanggung utang berbunga tinggi. Keduanya sebaiknya beres lebih dulu sebelum uang dikunci dalam bentuk apa pun.

Bagikan artikel WhatsApp